March & April Wrap-Up: Seri Buku TEMPO

SERI BUKU(2)

Jas Merah: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!

Ungkapan itu seringkali kita dengar dan barangkali merupakan salah satu kalimat yang paling diingat bangsa Indonesia yang terucap dari Bapak Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno. Kalimat tersebut, terlepas dari kapan pertama kali ia diucapkan, tentu saja masih relevan hingga kini. Karena bagaimanapun masa sekarang dan masa depan dibentuk dari masa lalu, dan mempelajari masa lalu adalah sejarah. Namun tentu saja tidak semua orang dapat menikmati penelusuran sejarah yang terkadang simpang-siur dan masih perlu diverifikasi dengan metode yang tidak sederhana. Tetapi hal tersebut tentu bukanlah penghalang untuk mempelajari sejarah tanah-air kita, Indonesia.

Bulan Maret dan April 2016 ini saya dedikasikan untuk kembali membaca sejarah Indonesia. Namun tentu sebagai pembaca sejarah awam tentu saya mengalami apa yang pembaca lain rasakan: membaca sejarah memang memiliki kerumitan tersendiri dibanding membaca sebuah karya sastra maupun karya non-fiksi lainnya. Kerumitan itu antara lain karena pembaca diharuskan menghubungkan dan membayangkan tokoh dan kejadian masa lampau, juga relevansinya dengan masa kini. Untuk itu penulisan sejarah yang ‘membumi’ tidak hanya menekankan soal faktualitas sejarah, tetapi juga penulisan deskripsi yang mampu membuat pembaca paling awam sekalipun dapat memahami dengan baik bahkan mampu mempelajari dan menarik pelajaran dari peristiwa-peristiwa bersejarah tersebut.

Usaha ‘membumikan’ sejarah ini, sekaligus juga dalam rangka ‘menolak lupa’ peristiwa bersejarah serta mengenang para tokoh nasional yang mewarnai sejarah Indonesia sebagai suatu kesatuan bangsa dan negara, tampak terlihat pada Seri Buku TEMPO. Seri buku yang merupakan terbit-ulang reportase sejarah yang dimuat di majalah berita mingguan yang pernah dibredel di era Orde Baru tersebut telah terbit beberapa jilid dengan sentral beberapa tokoh terkemuka dalam sejarah Indonesia.

Beruntung, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) dan toko buku Gramedia sedang mengadakan promo untuk Seri Buku TEMPO ini selama Maret-April 2016. Maka tanpa pikir panjang saya langsung memborong sebagian besar terbitan seri ini.

DSC_0005-01

Saya berencana untuk menulis ulasan buku-buku TEMPO yang terbagi berdasarkan seri-serinya sebagai berikut yang akan terus diperbarui di blog ini:

  1. Seri Empat Serangkai Pendiri Republik
  2. Seri Bapak Bangsa
  3. Seri Orang-Orang Kiri Indonesia
  4. Seri Tokoh-Tokoh Militer
  5. Seri Tokoh Islam di Awal Kemerdekaan
  6. Seri Prahara-Prahara Orde Baru
  7. Seri Penegak Hukum

Semoga usaha TEMPO untuk menghadirkan kembali sejarah Indonesia yang bisa dicerna dengan mudah oleh masyarakat ini dapat menjadi perhatian dan kita sebagai bangsa mampu memahami sejarah negeri tumpah darah kita sendiri, yang dinamis diwarnai konflik dan bahkan tragedi, namun buah manis kemerdekaan dapat kita rasakan hingga kini.

 

Advertisements

2 thoughts on “March & April Wrap-Up: Seri Buku TEMPO

  1. Aku suka takjub dengan ambisi membacamu. Hahaha.

    Omong-omong soal sejarah, aku ingin membaca Sejarah Kecil Indonesia (Petit Histoire) karya Rosihan Anwar. Sayang aku jarang lihat di Gramedia akhir-akhir ini.

    Review seri Tempo ini ya! Aku penasaran bagus atau tidak.

    Like

  2. Ini ringan kok, gak serumit yg dibayangkan hehe.. Ah ya, sepertinya itu juga menarik tp itu ada beberapa jilid kan ya? Semoga weekend ini bisa selesaikan review Seri Empat Serangkai Pendiri Republik.. 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s