Wajah Indonesia pada Cerpen Pilihan Kompas 2012 ‘Laki-Laki Pemanggul Goni’

Kumpulan cerpen terbaik Kompas yang rutin diterbitkan setiap tahun telah menjadi ‘wajah’ kehidupan sosial dan budaya Indonesia. Perkenalan saya dengan cerpen-cerpen Kompas bukanlah dari koran, maklum saya tidak pernah berlangganan koran, melainkan dari beberapa blog yang cukup rajin untuk meng-kliping karya-karya yang terbit tiap Minggu itu.

Sejak membaca di blog tersebut saya langsung tertarik dengan beberapa karya cerita pendek yang dihasilkan oleh sejumlah penulis kenamaan seperti Seno Gumira Ajidarma, Agus Noor, Budi Darma, Mustofa Bisri, Arswendo Atmowiloto, Triyanto Triwikromo, dan juga sederet karya dari penulis berbakat lainnya di negeri ini.

Tidak lama setelah itu saya kemudian membeli kumpulan cerpen terbaik Kompas tahun 2012. Kendati Kompas telah menerbitkan belasan judul kumpulan cerpen terbaik dalam kurun waktu belasan tahun pula, buku ini adalah kumpulan cerpen terbaik Kompas yang pertama kali saya baca.

Kumpulan ini berisi 20 cerita pendek pilihan yang terbit di harian Kompas edisi Minggu sepanjang tahun 2012. Selain cerpen ‘Laki-Laki Pemanggul Goni’ karya Budi Darma yang dinobatkan sebagai yang terbaik di antara cerpen pilihan lainnya hingga menjadi judul utama, banyak lagi karya lain yang secara umum sangat menarik untuk dibaca. Di buku ini saya juga sangat menyukai ‘Mayat yang Mengambang di Danau’ karangan Seno Gumira Ajidarma, ‘Ambe Masih Sakit’ karya Emil Amir, ‘Nyai Sobir’ karangan Mustofa Bisri, dan juga ‘Bu Geni di Bulan Desember’ gubahan Arswendo Atmowiloto. Seluruh karya itu begitu menunjukkan wajah Indonesia yang sesungguhnya, yang penuh dengan kepercayaan adat istiadat dan juga pengaruh agama pada kehidupan sosial masyarakat. Maka kumpulan cerpen ini memang layak menjadi cerminan dan ‘wajah’ negeri Nusantara ini.

Di akhir buku, Anda juga akan menemukan ulasan esai epilog dari Maman S Mahayana, seorang kritikus sastra yang juga dosen di FIB UI. Ulasan yang sangat menarik bagi saya, membuat kita kembali berpikir mengenai makna yang terkandung dalam tiap peristiwa juga latar yang tergambar di dalam cerpen-cerpen tersebut. Maman juga mengajak kita untuk menemukan benang merah korelasi antara cerpen tersebut dengan kehidupan nyata.

Ulasan ini merupakan bagian dari:

Tantangan Baca: Kumpulan Cerpen “Kompas”

Advertisements

2 thoughts on “Wajah Indonesia pada Cerpen Pilihan Kompas 2012 ‘Laki-Laki Pemanggul Goni’

  1. Weleh, sayang betul. Waktu itu ada yang jual Kumcer Kompas 2012 di Gedung Gramedia, Palmerah dengan harga yang didiskon. Karena waktu itu aku lagi sayang duit aku ga beli. Tapi Kumcer Kompas 2013 dan 2014 di lemariku aja belum dibaca…

    Gimana tantangan baca cerpen-cerpen Kompas? Kumcernya banyak yang ketemu gak?

    Liked by 1 person

  2. Wah, sayang bgt tuh. Tapi ya apa boleh buat kalo lagi ga ada uang di kantong. Hehee susah nih nyari kumcer terbitan lama, baru ketemu beberapa aja. Yg lbh gampang dicari justru yg dibedakan tiap pengarang, misal cerpen Kompas karangan Kuntowijoyo, Seno Gumira Ajidarma, Triyanto Triwikromo, Bakdi Soemanto, dll.

    Coba dibaca aja itu kumcer Kompas 2013 sm 2014. Saya jg sudah baca sih, cuma blm sempat bikin review nya di sini.. Lumayan sebagai selingan kalo lagi baca yg tebel2.. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s