Drama ‘Mangir’ (Pramoedya Ananta Toer): Kisah yang Terlupakan

mangir“Mangir” merupakan naskah drama yang ditulis Pramoedya Ananta Toer semasa menjalani masa isolasi sebagai tahanan politik di pulau Buru. Naskah ini berkisah tentang perjuangan seorang tetua desa perdikan Mangir, Ki Ageng Mangir Wanabaya, yang ingin melawan kekuasaan kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senapati, yang mampu melakukan apapun demi melanggengkan kekuasaannya, termasuk membunuh anak dan menantunya sendiri.

Kisah ini barangkali merupakan peristiwa sejarah yang hampir tenggelam dan terlupakan di antara kisah kejayaan Mataram Islam yang lebih banyak disorot. Ditambah dengan banyaknya penulisan sejarah tentangnya dalam beragam versi yang simpang siur, ditulis lebih seperti dongeng atau legenda yang banyak menampilkan tokoh dan peristiwa di luar jangkauan akal sehat sehingga sulit memisahkannya dari kejadian sebenarnya sebagai fakta sejarah.

Pramoedya dengan brilian menggunakan pendekatan metode historis dalam menulis naskah drama ini serta dalam menampilkan tokoh-tokoh serta peranannya pada peristiwa itu. Setiap dialog menampilkan kata-kata metaforis yang kaya akan petuah khas Jawa serta mampu menggambarkan dengan tepat watak dan keadaan emosi setiap tokoh.

Karya skenario drama yang juga bersifat kritik sosial ini merupakan usaha penting dari Pramoedya dalam menuangkan inspirasi dalam bentuk naskah drama yang seharusnya dapat diwujudkan dalam panggung teatrikal.

Review ini merupakan bagian dari:

Indonesian LiteratureIndonesian Literature Reading Challenge

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s