Warna-Warni Pengarang Cerpen Kompas

Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas (1970 - 2013)

Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas (1970 – 2013)

Di lebih dari 30 tahun perjalanannya, Cerpen Kompas telah diwarnai oleh ratusan cerpenis dengan tema, pengaturan plot, dan gaya penceritaan yang penuh ragam, sehingga antara satu cerita dengan cerita lainnya selalu terasa segar dan orisinal.

Kompas tentu menyadari hal ini dan belakangan mengupayakan dokumentasi cerpen-cerpen yang pernah terbit di harian Kompas dan berasal dari satu pengarang yang sama dan kemudian diterbitkan ke dalam sebuah buku. Dalam setiap kumpulan karya ini kita dapat mengamati dengan jelas dan dekat karakteristik yang menjadi semacam signature dari masing-masing pengarang dalam mengeksekusi ruang terbatas cerpen surat kabar.

Kumpulan cerpen ini juga dapat dijadikan wadah untuk mengenal ‘wajah’ dari sang pengarang itu sendiri, terutama mengenai tokoh, tema, serta ‘racikan’ cerita yang diusungnya sehingga ide-gagasan cerita tersebut sampai kepada pembaca.

157226441. Kaki yang Terhormat (Gus tf Sakai)

Terbit pertama kali tahun 2012, kumpulan cerita pendek karya Gus tf Sakai ini diberi judul ‘Kaki yang Terhormat’, sebuah judul yang mengundang tanya yang berasal dari salah satu cerpen yang pernah dimuat dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas tahun 2009.

Nuansa kedaerahan khas Gus tf Sakai terlihat hampir di semua cerpen pada kumpulan ini. Melalui kesahajaan dan gaya penulisan serupa folklore (penyampaian kisah melalui oral-verbal), Gus tf Sakai membawa kita pada perbenturan adat-istiadat dan modernitas, antara mistik dan realitas, dan konflik batin dengan norma sosial-kemasyarakatan. Karya cerpen yang paling saya minati pada kumpulan ini antara lain adalah Orang Bunian yang mengisahkan pengalaman mistik memasuki dunia para arwah sumangaik (spirits); Pakiah dari Pariangan yang bercerita tentang legenda munculnya pakiah yang diharuskan mengemis untuk menjadi pandeka (pendekar); dan juga kisah realisme magis beraroma mistik yang dialami seorang Baduy pada Liang Harimau.

Kuntowijoyo-PPBCP2. Pelajaran Pertama Bagi Calon Politisi (Kuntowijoyo)

Berisi 15 cerpen karya sastrawan, penyair, sekaligus guru besar ilmu sejarah, Kuntowijoyo yang pernah dimuat di harian Kompas dari pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an. ‘Pelajaran Pertama Bagi Calon Politisi’ dapat dianggap sebagai salah satu masterpiece dari Kuntowijoyo. Dengan gaya penulisan seperti halnya percakapan (colloquialism) yang sederhana dan cenderung jenaka, Kunto justru memberikan muatan tersirat pada setiap karya cerpennya tanpa terkesan menggurui. Beragam makna dan pelajaran dapat diinterpretasikan dari setiap karyanya yang mengusung suasana sehari-hari dalam bermasyarakat.

Seluruh cerpen pada kumpulan ini pernah masuk sebagai Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas, bahkan cerpen seperti Pistol Perdamaian; Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan; dan Jalan ‘Asmaradana’ sempat dinobatkan sebagai cerpen terbaik sehingga menjadi judul kumpulan cerpen pilihan tersebut. Kumpulan cerpen ini merupakan salah satu karya penting dari Kuntowijoyo untuk sastra Indonesia.

182132323. Celeng Satu Celeng Semua (Triyanto Triwikromo)

Triyanto Triwikromo telah lekat dengan citra tema cerita yang surealistis dan mistis-magis. Hal ini tentu tampak pula pada kumpulan cerpen Kompas yang diberi judul “Celeng Satu Celeng Semua” atau dapat disingkat “Lengtu Lengmua”. Triyanto, yang juga redaktur sastra harian Suara Merdeka, meleburkan batas antara nyata dan khayal pada setiap cerpennya. Gaya penulisannya cenderung liar dan kadangkala dengan alur yang sulit ditebak.

Karya cerpen pada kumpulan ini dapat dipandang sebagai sesuatu yang segar dan menantang, serta memperkaya khazanah cerpen Indonesia.

231250374. Senja dan Cinta yang Berdarah (Seno Gumira Ajidarma)

Buku bersampul keras dengan tebal lebih dari 800 halaman ini berisi 85 cerpen Seno Gumira Ajidarma yang pernah dipublikasikan Kompas dari tahun 1978-2013. Disusun secara kronologis, kumpulan ini dapat menjadi rekam-jejak kepengarangan SGA di dunia penulisan cerpen di Tanah Air.

Cerpen-cerpen SGA yang lekat dengan tema kehidupan dengan segala problematika dan sarat makna kembali dihadirkan seutuhnya pada kumpulan ini. Produktivitas serta betapa seringnya karya-karya cerpen SGA masuk ke jajaran cerpen pilihan Kompas seakan membuktikan dedikasi, integritas, serta kualitas karya yang dihasilkannya.

Empat kumpulan cerpen di atas hanyalah sedikit dari sekian banyak pengarang dengan berbagai macam tema yang pernah mewarnai dunia cerpen Kompas serta dunia cerpen Indonesia. Masih sangat banyak pengarang dengan karya terbaiknya yang dapat dieksplorasi lebih jauh. Karena cerpen bukan hanya sekedar hiburan sastrawi semata, namun juga dapat menjadi rekam peristiwa sosial-budaya yang aktual pada masanya.

Review ini merupakan bagian dari:

Tantangan Baca: Kumpulan Cerpen “Kompas”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s